Close

March 15, 2018

Tahapan Perkembangan Permainan Pada Anak

Mommy tau gak, apa saja tahapan perkembangan permainan pada anak? Simak yuk Mom

Tahapan perkembangan permainan pada anak antara lain sebagai berikut :

1. Manipulative Play (Sensori Motor)

Tahap ini dapat terlihat pada anak atau balita usia lahir sampai dengan 1,5 – 2 tahun. Dengan alat atau benda yang dipegang oleh sang anak, maka anak akan mulai melakukan penyelidikan dengan cara membolak-balik, meraba-raba bahkan menjatuhkan lalu melempar dan memungut kembali dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apa saja yang dapat diperbuat oleh anak apabila memegang benda atau alat tersebut.

2. Fungctional Play (Bermain Berdasarkan Fungsi)

Anak yang berusia 1-2 tahunan biasanya akan memperlihatkan tahapan ini seperti gerakan yang bersifat sederhana dan berulang-ulang. Misalnya saja berlarian keliling ruang tamu, mendorong atau menarik mobil-mobilan dan mainan kecil lainnya.

3.Symbolic Play (Bermain Permainan Simbol)

Peralihan dari tahap manipulatif ke tahap simbolis hampir tidak terlihat karena anak yang sudah sampai pada tahap simbolis terkadang kembali lagi melakukan kegiatan seperti yang dilakukan pada tahap manipulatif. Pada tahap ini biasanya anak suka berbicara sendiri tentang berbagai hal yang sesuai dengan fantasi/khayalannya maupun sesuatu yang pernah dia lihat dilingkungan sekitarnya. Seperti halnya anak yang bermain dengan berbagai macam balok, terdengar mengucapkan kalimat “ini mobil papaku”. Pada umumnya anak yang berada pada tahap simbolis adalah anak yang berumur 3-4 tahun.

          3a. Pretend Play (Berpura-pura) 

Pada tahapan ini kegiatan bermain pura-pura mulai banyak dilakukan anak berusia 3-7 tahun. Anak melakukan peran imajinatif memainkan peran suatu tokoh yang dikenalnya melalui film kartun atau dongeng. Misalnya bermain rumah-rumahan, polisi dan penjahat, jadi superhero dan sebagainya.

          3b. Imaginary play (Permainan Imajinasi)

Semua manusia pasti pernah berimajinasi bahkan kita sebagai orang dewasapun sering kali bermain dengan imajinatif. Bermain imajinatif adalah cara anak untuk melibatkan dan memahami dunia. Peranan peran mungkin tampak sebagai kegiatan yang sangat sederhana, namun di dalamnya, anak-anak belajar keterampilan hidup praktis seperti berpakaian sendiri, bagaimana bekerja sama dan berbagi dengan orang lain.

Sebagai orang tua, kita harus memberikan sedikit ruang untuk anak kita agar dapat melakukan kegiatan imajinasinya dan menyediakan properti/mainan berupa: keranjang, boneka binatang, telepon lama, bunga plastik dan sebagainya.

Bermain  merupakan salah satu hak asasi manusia, begitu juga pada anak usia dini. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari kegiatan bermain, salah satunya adalah pengembangan kreatifitas dan imajinatif anak.

Karena bermain dalam bentuk apapun baik aktif maupun pasif, baik dengan alat maupun tanpa alat dapat menunjang kreativitas imajinasi anak dalam berbagai taraf. Dalam hal ini peran orang tua dan guru pembimbing juga sangat penting untuk menjadi fasilitator pengembangan kreativitas imajinatif. Maka dari itu orang tua diharapkan bisa menjadi fasilitator yang baik pada pengembangan anak.