Close

April 16, 2017

Bagaimana Cara Menstimulasi Bayi untuk Belajar Berjalan?

cara menstimulasi bayi untuk berjalan

Di tahun pertama hidupnya, bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat signifikan. Bagaimana tidak, ia yang sebelumnya hanya dapat berbaring di tempat tidur akhirnya mulai belajar duduk, merangkak, berdiri, merambat hingga mulai berjalan.

Perkembangan seorang bayi tentu sangat berbeda dengan bayi lainnya. Namun biasanya, mereka mulai memiliki kemauan untuk melangkahakan kakinya ketika mulai berusia 9 bulan. Ketika mulai berjalan, ada keterampilan khusus yang perlu dimiliki si anak, salah satunya adalah menjaga keseimbangan badan yang bertumpu satu kakinya ketika ia mengayunkan kaki lainnya untuk mulai melangkah dan berjalan. Keseimbangan ini juga dibutuhkan ketika ia memindahkan berat badan dari satu kaki ke kaki lainnya.

Namun, kemampuan anak memang cenderung berbeda-beda, bahkan ada yang baru bisa berjalan ketika berusia 15 bulan. Oleh karena itu, Anda harus terus memberikan stimulasi anak agar mambantunya berjalan sesuai dengan usianya. Salah satu bentuk stimulasi yang paling mudah ialah memberikan semangat.

Cara Menstimulasi Anak untuk Berjalan

  1. Latihan berdiri tegak
    Seorang bayi tentunya tidak akan mampu mulai berjalan jika berdirinya saja masih belum tegak. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai melatihnya untuk berdiri dengan tegak. Caranya ialah berdirikan ia, kemudian secara perlahan-lahan lepaskan pegangan Anda. Kemudian, biarkanlah sekitar 30 detik. Jika sang buah hati terjatuh, biarkanlah namun terus berikan semangat agar ia mampu bangkit dan berdiri sendiri.
  2. Latihan merambat
    Setelah ia mampu berdiri dengan tegak, latihlah merambat agar bayi dapat cepat berjalan. Tempatkan sang buah hati berada di dalam box tidurnya, kemudian ajaklah ia berdiri dan merambat dengan berpegangan pada dinding box tersebut. Dalam hal ini, Anda tentunya harus senantiasa menemaninya agar bayi tetap dalam keadaan aman.
  3. Baby Walker
    Baby walker sering dimanfaatkan para orang tua untuk menstimulasi anak agar dapat cepat berjalan. Baby walker sendiri merupakan sejenis kereta dorong yang mampu memberikan stimulasi bagi bayi untuk melangkahkan kakinya sendiri. Saat ini, baby walker sendiri telah banyak tersedia di pasaran, dimana harga yang ditawarkan sangat beragam tergantung dari jenis baby walker tersebut. Namun ada pro-kontra dimana baby walker ini dapat membuat kaki anak tidak lurus dan tidak baik untuk selangkangan bayi.
  4. Pancing untuk meraih sesuatu
    Keterampilan berjalan dari bayi juga dapat dipancing dengan menggunakan mainan, makanan atau benda lain yang menjadi favoritnya. Agar ia memiliki keinginan untuk berjalan, letakkanlah salah satu mainan favoritnya di lantai agar ia dapat menggapainya. Atau cara lain yang dapat Anda lakukan ialah mundur satu langkah demi langkah dengan membawa pancingan tersebut ketika sang anak telah mau berdiri dan mau melangkahkan kakinya.
  5. Pijat kaki bayi
    Cara menstimulasi anak untuk berjalan lainnya ialah dengan melakukan pemijatan pada kaki bayi. Pemijatan ini bertujuan agar aliran darahnya menjadi lancar, serta otot-ototnya menjadi lebih lentur dan tidak kaku. Anda hanya perlu melakukan pemijatan yang sederhana dengan memanfaatkan minyak zaitun atau minyak goreng.
  6. Hindari memakai alas kaki
    Balita yang masih belajar berjalan sebaiknya tidak dipakaikan alas kaki apa pun. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kaki telanjang rupanya lebih mampu mencengkeram permukaan lantai jika dibandingkan dengan memakai alas kaki, baik kaus kaki atau pun sepatu.

Berbagai stimulasi memang diperlukan untuk membuat anak lebih cepat berjalan, namun pada dasarnya jika telah memasuki waktunya untuk berjalan, maka ia akan belajar sendiri. Oleh karena itu, Anda tidak perlu memaksanya untuk segera berjalan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah membantu untuk menguatkan otot-otot kaki dan punggungnya.