Close

April 16, 2017

Bagaimana Cara Penanganan Awal Demam Pada Bayi

mengatasi anak demam

Salah satu penyakit yang rentan menyerang bayi adalah demam, dimana ia ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh. Pada dasarnya, demam sendiri merupakan suatu mekanisme yang terjadi dalam tubuh sebagai upaya untuk mengatasi infeksi. Demam masih dapat dikatakan tidak membahayakan jika tidak disusul dengan hilangnya kesadaran, kejang dan bahkan menimbulkan dehidrasi yang berlebihan.

Dengan kata lain, demam ini merupakan suatu perwujudan pertahanan tubuh karena adanya benda asing yang masuk ke dalam sistem tubuh. Meskipun bukan merupakan penyakit yang serius, tidak sedikit orang tua yang mengalami kecemasan yang luar biasa hingga memberikan tindakan yang berlebihan dalam menangani demam yang diderita sang anak. Sebenarnya, demam yang diderita oleh bayi tidak membutuhkan adanya penanganan medis, melainkan hanya membutuhan antibiotik untuk menurunkan demam tersebut.

Berikut cara penanganan awal demam pada bayi:

  1. Perhatikan gejala yang tampak
    Demam biasanya akan memunculkan gejala-gejala yang dapat Anda perhatikan. Jika demam tersebut disebabkan oleh infeksi virus, maka bayi akan nampak sangat lemah dan tidak memiliki gairah sedikit pun untuk bermain. Tanda-tanda yang akan muncul biasanya adalah batuk, pilek atau diare.Demam yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya akan cenderung tinggi pada hari pertama dan ke-2, sedangkan ketika memasuki hari ke-4 hingga ke-5, demamnya memang masih tinggi namun tidak setinggi hari pertama. Tidak perlu memberikan penanganan apa pun, baik antibiotik atau cek darah karena pada hari ke-6 atau ke-7 kondisi anak akan pulih seperti sebelumnya.
  2. Kompres dengan air hangat
    Jika disebabkan infeksi virus, penanganan awal demam pada bayi yang dapat Anda lakukan ialah mengompresnya dengan air hangat. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat air hangat ini dapat menyentuh ke pusat tubuh secara langsung, sehingga suhu tubuh akan menurun. Selain air hangat, Anda juga dapat mengompes bayi dengan plaster kompres yang telah tersedia di pasaran.
  3. Periksa suhu tubuh secara berkala
    Ketika memiliki sang buah hati, sebaiknya Anda memiliki termometer agar dapat senantiasa mengontrol suhu tubuh sang anak. Jika suhu tubuh sang anak lebih dari 37 derajat, maka Anda harus siaga untuk memberikan terapi ringan penurun panas, salah satunya ialah memberikan minum air putih. Pasalnya, suhu normal tubuh pada anak sendiri ialah antara 36 hingga 37 derajat.
  4. Berikan obat penurun demam
    Jika demam bayi tidak kunjung turun meskipun telah dikompres, sebaiknya Anda memberikan obat penurun demam yang disesuaikan dengan usia. Salah satu obat penurun demam yang sangat populer ialah paracetamol. Dimana jenis obat ini berkemampuan untuk menurunkan demam pada bayi namun memiliki efek samping yang rendah.
  5. Penanganan dokter
    Bagi bayi yang masih berusia 3 bulan, tentunya orang tua harus lebih waspada ketika bayi mengalami demam. Ketika suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat, maka segeralah untuk memeriksakannya pada dokter. Namun tidak hanya bayi berusia 3 bulan, anak yang mengalami demam dengan kondisi urin kental dan kaki yang bergerak-gerak tentunya harus mendapatkan penanganan oleh dokter. Pasalnya, hal ini bisa saja disebabkan adanya infeksi saluran kemih. Hal ini juga berlaku jika anak mengalami demam yang tidak kunjung turun selama tiga hari berturut-turut yang disertai dengan mimisan atau bintik merah. Ketika menemui tanda-tanda ini, sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter untuk melakukan tes kesehatan.

Dengan informasi diatas diharapkan orang tua bisa menangani gejala demam anak dengan bijak dan tidak selalu bergantung pada obat kimia untuk menyembuhkan demam anak.