Close

April 18, 2017

Menjadi Ibu Bekerja versus Ibu Rumah Tangga

ibu bekerja dan ibu rumah tangga

Tak dapat dipungkiri setiap orang tentu ingin memberikan semua hal yang terbaik untuk orang – orang yang disayangi tak terkecuali para ibu. Dapat dipastikan seluruh ibu yang anda didunia tentu menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk anaknya, mulai dari tumbuh kembang anak hingga kebutuhan yang lainnya. Sehingga tak heran jika para ibu rela melakukan semua hal untuk kebahagiaan anaknya.

Para perempuan memang identik dengan menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan keluarga. Namun seiring dengan berkembangnya zaman kini banyak perempuan yang mulai bekerja untuk membantu keuangan suami. Saat sedang hamil para perempuan pekerja tentu memiliki cuti hamil yang dapat diambil namun ketika cuti hamil tersebut habis mau tak mau para ibu harus mau untuk mulai bekerja kembali. Hal ini lah yang menjadi dilema para ibu untuk tetap bekerja setelah memiliki anak atau berhenti dan fokus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak agar lebih mengetahui dertail perkembangan dari anak.

Tak dapat dipungkiri setiap ibu tentu saja ingin selalu mendampingi anak dalam setiap masa tumbuh kembangnya. Namun bekerja juga menjadi salah satu tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan sang anak, meski sudah ada suami namun tetap saja penghasilan dari para ibu dapat digunakan untuk menambahi kebutuhan yang anda. Pilihan antara menjadi ibu rumah tangga atau ibu pekerja memang menjadi topik pembicaraan yang sangat seru, bahkan tak sedikit orang yang memperdebatkan terkait kedua pilihan ini.

Banyak ibu yang bekerja yang menganggap bahwa menjadi ibu rumah tangga lebih enak dan nyaman jika dibandingkan dengan ibu pekerja. Hal ini karena jika dilihat secara kasat mata ibu rumah tangga memiliki waktu bersantai lebih banyak, selain itu waktu tersebut juga dapat digunakan untuk mengawasi anak bermain. Namun sebaliknya para ibu rumah tangga juga banyak yang merasa bahwa menjadi ibu pekerja lebih menyenangkan karena tak bertanggung jawab dengan pekerjaan rumah dan dapat berkarier sesuai dengan bidangnya. Dengan adanya kenyataan tersebut, sebenarnya masing – masing pilihan ibu pekerja atau ibu rumah tangga memang memiliki konsekuensi sendiri-sendiri.

Nah untuk mengatahui lebih jelas terkait konsekuensi dan hal positif dari keduanya, maka simaklah ulasan berikut ini.

Sisi Positif Ibu Bekerja
Keuntungan yang dpat dituai oleh ibu – bu pekerja adalah berikut ini

  1. Ekonomi keluarga menjadi terbantu
  2. Dapat memuaskan aktualisasi diri
  3. Memiliki lingkaran pertemanan yang luas
  4. Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup banyak
  5. Tidak memiliki rasa bosan terhadap pekerjaan yang monoton
  6. Memiliki sikap praktis dan logis

Dibalik keuntungan tersebut terdapat kerugian yang paling besar dimiliki oleh ibu pekerja yakni tidak dapat selalu berada di dekat anaknya. Hal ini tentu menjadi hal yang paling berat yang harus dirasakan para ibu ketika bekerja. Selain itu karena kurangnya waktu yang dihabiskan dengan anak, para ibu pekerja pun juga harus berusaha lebih keras untuk dapat memiliki komunikasi dan kedekatan emosional yang baik dengan anak. Banyak orang yang mengatakan berada jauh dari ibunya secara setiap hari juga menjadi sebab mengapa anak menjadi nakal. Akan tetapi anggapan tersebut tak selalu benar, dengan pendidikan dan pola asuh yang benar anak justru akan lebih mandiri dan juga cerdas.

Sisi Positif Ibu Rumah Tangga

  1. Mempunyai banyak waktu dengan anak
  2. Dapat mengetahui tumbuh kembang anak secara detail
  3. Memiliki kedekatan emosional yang sangat tinggi
  4. Pengeluaran dirumah menjadi semakin berkurang karena segala sesuatu dikerjakan sendiri
  5. Memiliki kebebasan untuk memilih aktivitas mana yang akan dilakukan
  6. Hanya memiliki tangguh jawab terhadap anak, suami dan juga rumah.

Sisi positif yang dimiliki oleh ibu rumah tangga nyatanya juga didampingi dengan sisi negatif atau dampak buruk yang dialami oleh ibu. Waktu 24 jam yang dicurahkan ibu rumah tangga untuk mengurus anak dan juga rumah dapat membuat ibu sangat mudah terserang stress. Pekerjaan rumah yang tergolong tak pernah berubah tak jarang justru membuat ibu rumah tangga menjadi terbebani. Selain itu tak sedikit pula ibu rumah tangga yang kehilangan rasa percaya dirinya karena merasa sangat tertinggal dengan ibu – ibu pekerja yang dapat leluasa memperluas pergaulannya.

Apapun pilihan seorang ibu tentu setiap ibu ingin memberikan hal yang terbaik untuk anak – anaknya. Untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan dalam pilihan tersebut tentu para ibu harus mengetahui dengan benar konsekuensi yang akan diperoleh di setiap pilihan. Selain itu para ibu juga harus menyiasati bagaimana menghindari dampak buruk dari masing – masing pilihan.

Bagi anda yang memilih menjadi ibu pekerja, maka anda dapat mulai mengatur waktu untuk mengoptimalkan kebersamaan dengan anak dan keluarga. Manfaatkan setiap moment yang ada untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Usahakan dalam setiap moment anda melakukan kontak mata dan sentuhan lembut pada anak. Hal ini akan membuat anda memiliki kedekatan yang lebih dengan anak.

Sementara bagi anda yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga jangan anggap remeh karena menjadi ibu rumah tangga bukanlah pilihan yang mudah. Agar anda tak terserang stress untuk mengantisipasinya anda dapat mengatur waktu untuk mencari kebahagiaan sendiri dengan hobi yang anda miliki. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak anak melakukan aktivitas baru yang kreatif, sehingga selain menghilangkan kebosanan anda anak juga akan senang karena melakukan hal yang baik.

Baik ibu bekerja maupun Ibu rumah tangga seharusnya saling mendukung bukan saling menjatuhkan karena rasa sayang kita terhadap anak tentu saja sama namun pilihan dan jalan hidup  seseorang berbeda-beda jadi hindari saling menghakimi.