Close

June 3, 2017

Metode Montessori untuk anak usia 0-12 bulan

Perkembangan anak diusia balita sangat penting untuk diperhatikan dengan baik dan benar. Karena pada usia tersebut anak sedang mengalami masa keemasan dalam pembentukan karakter dan mental, hal ini hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mendampingi dan mengikuti segala tumbuh kembang yang dimiliki oleh anak setiap harinya. Perkembangan kecerdasan anak akan berjalan cukup pesat berdasarkan dengan pola ajar dan cara mengasuh yang diterimanya .Dengan adanya kenyataan tersebut dapat disimpulkan pendidikan diusia dini memang sangat penting untuk diberikan pada anak.

Hal ini sesuai dengan pemahaman dari tekoh pendidikan anak usai dini yakni Montessori. Beliau mengungkapkan bahwa, dalam mendidik anak perlu diperhatikan bahwa masing – masing anak memiliki karakter yang unik dan akan berkembang berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh seorang anak. Tugas para orang tua dan juga pendidik adalah memberikan dorongan dan memfasilitasi ketika anak ingin mempelajari suatu hal. Pada tahun pertama kehidupan anak memang menjadi waktu yang sangat tepat untuk mulai membentuk pribadi anak melalui segala pendidikan awal yang diberikan oleh keluarga.Dalam masa ini anak akan mengalami perkembangan dalam hampir segala aspek, mulai dari fisik, mental hingga spritualnya. Sehingga wajib untuk dimanfaatkan sebaik baiknya dalam pemberian pendidikan anak diusia dini.

Pendapat yang diungkapkan oleh tokoh pendidikan tersebut biasanya disebut dengan metode Montessori. Biasanya metode Montesorri diterapkan pada anak di usia pra sekolah sekitar 0 hingga 12 bulan. Namun tak sedikit pula yang menerapkan hingga pendidikan jenjang menengah. Ciri-ciri metode Montessori yang diterapkan pada anak usia 0-12 bulan dapat dilihat dari cara mendidik yang lebih mementingkan kemampuan andak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar sudah sesuai dengan tingkat perkembangannya atau belum. Selain itu aktivitas fisik akan lebih banyak ditemui agar anak dapat memahami konsep akademis dan memiliki keterampilan dalam mempraktekan suatu kegiatan.

Keunggulan menerapkan metode Montessori ini adalah anak dapat memiliki cara berfikir yang lebih kritis, dapat lebih mudah dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya serta dapat mengambil keputusan dengan tegas. Dalam menggunakan metode ini sebagai sistem pendidikan, masing – masing anak mempunyai kebebasan untuk memilih aktifitas yang akan dilakukan. Dimana aktifitas tersebut tentu sudah diatur sedemikian rupa untuk memacu terbentuknya kebebasan, keteraturan dan kemandirian.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dirumah yang dapat diterapkan pada anak 0-12 sebagai salah satu bentuk metode Montessori.

  1. Berlatih Hidup Praktis
    Hal ini dapat dilakukan dnegan cara mulai mengajarkan hal sederhana pada anak, seperti mencuci tangan, melukis, mewarnai, menutup botol dan masih banyak lagi kegiatan praktis yang lainnya.
  2. Melatih Sensori Awal Anak
    Melatih sensori awal dapat dilakukaan dengan memberikan permaianan menyusun balok pada anak hingga membentuk sbuah menara, kemudian memberikan interupsi pada anak untuk berjalan pada seutas tali lurus yang diletakan di lantai. Selain itu cara lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan bermain tebak tebakan terakit isi tas yang telah anda masukkan sebuah tertentu.
  3. Melatih Membaca dan Menulis
    Ketika ingin mengajarkan anak membaca dan menulis, alangkah lebih baik jika anda mengajarkan bagaiana memegang pensil yang baik dan benar terlebih dahulu pada anak. Selain itu anda juga harus memperhatikan kemampuan dan perkembangan bahasa yang dimiliki oleh anak. Pada saat masih balita mengajarkan beberapa bahasa juga sangat dianjurkan, karena pada usia ini pikiran anak masih sangat bersih dan sangat mudah untuk memasukkan bahasa – bahasa baru yang akan dengan mudah anak hafalkan dan mengerti.

Metode montessori banyak diadaptasi dalam bentuk sekolah montessori, namun Ibu bisa belajar tentang metode montessori ini dan menerapkan sendiri untuk anak dirumah.