Close

June 3, 2017

Panduan Awal MPASI yang Harus Diketahui Ibu

Persiapan MPASI bayi

Sebelum berusia enam bulan, bayi biasanya hanya diberikan ASI eksklusif sebagai makanan utamanya. Namun ketika telah memasuki usia 6 bulan, bayi pun telah diperbolehkan oleh mendapatkan asupan makanan dengan menu karbo yang lengkap dengan sayuran dan protein nabati. Protein nabati ini dapat berupa kacang-kacangan. Buah-buahan pun dapat mulai dikenalkan di usia ini, tentunya jenis buah tersebut harus yang aman dikonsumsi sejak usia 6 bulan. Sedangkan ketika telah menginjak usia 8 bulan, Anda pun dapat mengenalkannya dengan protein hewani.

Berikut panduan MPASI yang patut diketahui oleh Ibu

  1. Age (usia)
    Menurut WHO ( World Health Organization ), MPASI pada bayi harus diberikan pada waktu yang tepat, yakni berusia 6 bulan. Jika bayi mulai diberikan makanan setelah berusia 6 bulan, maka ia pun akan lebih terlindungi terhadap berbagai macam penyakit yang mungkin menyerang. Namun sebaliknya, jika MPASI diberikan sebelum berusia 6 bulan, maka sangat berisiko akan terserang berbagai jenis kuman. Salah satu alasannya ialah sistem imun bayi di usia tersebut dapat dikatakan masih belum sempurna. Selain itu, sel-sel di sekitar usus juga belum memiliki kesiapan untuk mencerna makanan.Menurut penelitian terakhir, bayi-bayi yang hidup di Indonesia lebih rentan terserang batuk-pilek, diare dan panas ketika telah mendapatkan MPASI sebelum berusia 6 bulan jika dibandingkan dengan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif.
  2. Frequency (frekuensi)
    Ketika telah menerima MPASI, tentunya Anda perlu memperhatikan frekuensi pemberiannya. Ketika telah berusia 6 bulan dan mulai mengonsumsi makanan, berikanlah makanan 1 hingga 2 kali dalam seharinya. Kemudian secara bertahap dinaikkan menjadi 2 hingga 3 kali makanan dengan tambahan 1 hingga 2 makanan ringan. Ketika si buah hati telah menginjak usia 9 bulan, Anda pun dapat memberikannya makan 3 kali tiap harinya dengan 2 kali selingan makanan ringan.
  3. Amount (jumlah)
    Selain frekuensi makan, jumlah MPASI yang diberikan juga harus diperhatikan. Ketika baru mulai mengonsumsi makanan, Anda dapat menyuapinya antara 2 hingga 2 sendok makan dalam sekali makan. Tingkatkan penyuapan MPASI ini secara bertahap hingga mampu mengonsumsi setengah mangkok berukuran 250 ml ketika telah memasuki usia 6 hingga 9 bulan.
  4. Texture (Tekstur)
    Metode dalam pemberian MPASI selanjutnya ialah memperhatikan tekstur makanan. Untuk bayi yang masih belajar mengonsumsi makanan, sebaiknya berikan tekstur yang lebih halus dan naikkan secara bertahap hingga ia mampu mengonsumsi makanan yang dikonsumsi seluruh keluarga. Ketika berusia 6 bulan, berikanlah bubur kental atau puree yang tidak terlalu encer atau pun terlalu kental. Usai sepekan mengonsumsi bubur dengan kondisi tersebut, mulailah memberikan bubur yang lebih kental atau bubur saring hingga ia berusia 9 bulan. Ketika telah berusia 9 bulan, Anda dapat memberikan makanan cincang halus yang mudah dijumput oleh si anak. Selanjutnya pada usia 1 tahun, sang buah hati pun telah mampu mengonsumsi makanan yang dikonsumsi seluruh keluarga.
  5. Variety (keragaman)
    Kunci gizi seimbang ialah keberagaman makanan yang dikonsumsi oleh si bayi. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat seluruh makanan yang tersedia pada dasarnya telah mengandung gizi dengan kadar yang beragam. Ketika mulai mendapatkan MPASI, Anda dapat menyuguhkan bubur serealia atau puree buah yang kemudian dapat Anda tingkatkan untuk mengenal bahan makanan yang bervariasi, contohnya sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacang dan sumber hewani.
  6. Active/Responsive (aktif/responsif)
    Dalam pemberian MPASI pada si buah hati, sudah sepatutnya Anda bersikap aktif dan responsif terhadap bayi. Hindarilah menonton tv atau berjalan-jalan dalam menyuapi anak. Hal yang perlu Anda lakukan ialah menjaga eye contact dengan anak, serta senantiasa memberikan senyuman dan kata-kata yang positif agar ia mau makan. Suapilah secara sabar dan pelan-pelan. Sebaiknya hindari menggendong anak dengan jalan-jalan ketika menyuapinya, alternatif yang dapat Anda lakukan ialah memangkunya agar dia merasa nyaman.
  7. Hygiene (higienis)
    Hal yang sangat penting diperhatikan dalam memperhatikan MPASI ialah kehigienisan dari makanan tersebut. Selalu pastikan bahwa makanan yang diberikan untuk sang buah hati bebas dari patogen, toksin/racun dan terhindar dari bahan kimia. Sebelum makanan, hendaknya membiasakan mencuci tangan ibu dan bayi.Diharapkan dengan informasi  ini, Ibu dapat lebih siap dalam menyiapkan MPASI si kecil agar si kecil tumbuh dengan sehat dan ceria.